Jumat, 06 Mei 2016

Aplikasi visa New Zealand dari Australia


Kali ini, saya akan membahas tentang bagaimana mengurus visa turis ke New Zealand untuk warga negara Indonesia yang tinggal di Australia. Ada dua pilihan cara mengurus visa New Zealand: melalui online atau paper based. Pengurusan visa turis secara online hanya diperkenankan untuk pengunjung perorangan yang akan melakukan pembayaran melalui visa atau mastercard. Berhubung kami akan pergi sekeluarga, maka kami menggunakan aplikasi paper based.

Untuk aplikasi paper based visa yang perlu dilakukan adalah:
1. Download aplikasi visa melalui link ini:
http://www.immigration.govt.nz/NR/rdonlyres/6A5C188E-11CE-4DB0-BF5D-D55010BDF5BE/0/INZ1017.pdf
2. Isi dan lengkapi seluruh isi formulir sesuai kondisi calon pengunjung dan sertakan masing-masing 2 foto ukuran paspor pada form aplikasi. Aplikasi untuk satu keluarga cukup dimuat dalam satu form. Jadi tidak perlu 2 form aplikasi untuk suami & istri.
3. Lampirkan paspor asli. Saya melampirkan paspor saya, suami dan tiga anak.
4. Lampirkan bukti tiket pesawat atau konfirmasi pemesanan tiket (dari travel agent). Saya melampirkan e-tiket Jetstar. Ya, saya sudah membeli tiket Jetstar sebelum mendapatkan visa. Ouch :-)
5. Lampirkan bukti bahwa keuangan pengunjung mencukupi untuk tinggal sementara di New Zealand. Saya melampirkan bank statement (selama 3 bulan terakhir) dan bukti booking hotel.
6. Jika pergi dengan keluarga, maka pengunjung perlu melampirkan bukti hubungan dengan suami dan anak. Saya menyertakan terjemahan surat nikah dan terjemahan akte kelahiran anak-anak.
7. Mempersiapkan biaya permohonan visa. Biaya permohonan visa akan didebit dari kartu debit atau kartu kredit. Jadi pastikan untuk mengisi form pendebitan kartu pada poin 9. Saya membayar biaya visa sebesar AUD 156 dan service fee sebesar AUD$39. Untuk mengetahui berapa biaya visa yang harus dibayar, silahkan lihat di link ini:
http://www.immigration.govt.nz/migrant/stream/visit/visitors/LinkAdministration/ToolboxLinks/officeandfeescalculator.htm?level=2
9. Lampirkan formulir kuasa untuk mendebit biaya aplikasi. Formulir dapat di download disini:
https://www.ttsnzvisa.com/Forms/Credit%20card%20authorisation%20form%20AUSTRALIA.pdf


10. Lampirkan amplop berbayar (pre-paid envelope) yang sudah dilengkapi dengan nama dan alamat lengkap pengunjung. Ini untuk memudahkan agen NZ visa untuk mengembalikan berkas-berkas pengunjung. Saya menggunakan Registered Post Envelope. Pada saat mengirim aplikasi, sebaiknya menggunakan express atau registered post agar posisi aplikasi dapat dilacak.


Nah kalau semuanya sudah lengkap, aplikasi beserta lampiran dikirimkan ke :
Visa Application Centre
Level 6
66 Hunter Street
Sydney
New South Wales 2000
AUSTRALIA


Setelah mengirimkan form aplikasi visa, tunggu sekitar satu minggu untuk mendapatkan berkas pengunjung kembali. Keterangan tentang persetujuan visanya akan dikirim melalui email, termasuk visanya sendiri. Visa New Zealand adalah e-visa (seperti Australia), jadi tidak ada label visa yang ditempelkan ke paspor, seperti berlaku pada negara seperti Cina dan Saudi Arabia.

Keterangan lebih lengkap tentang aplikasi visa turis New Zealand dapat dilihat di link berikut:
http://www.immigration.govt.nz/migrant/stream/visit/visitors/process/default.htm


It's about water

My passion in water management was started when I lived in Bandung, Indonesia in 2006. At that time, I saw how difficult my neighbours to get access to water. Even though they lived in a public piped water services area, poverty prevented them from subscribing to government owned water service. The condition enforced them to fetch water from the nearest source, which in my opinion was not healthy enough. It was common that the person who fetched water was either female or children in the family. That concern leaded me to choose water management as my minor research in my master degree.

After went back to my occupation as a government officer in Kabupaten Bekasi, Indonesia, I saw similar condition as in Bandung. This time, I was the person in charge in planning water management for the district, so I did my best in my role to make my district be able to deliver safe and affordable water for the community. Apparently, it was not an easy task to do. There were many challenges awaited, from limited budget allocation and water source in some locations, low coordination with other sectors and institutions, low community awareness, etc. But it did not stop me there, even it made me think of pursuing higher degree in water management, which landed me now to Deakin University.


Selasa, 05 Januari 2016

Mendaftarkan anak sekolah dasar dan menengah di Victoria, Australia

Bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki anak, persiapan diri untuk berangkat ke Australia pasti perlu ditambah dengan persiapan untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah di Australia. Di sini saya akan membahas pendaftaran sekolah anak di sekolah umum (public school) di Victoria. Tulisan ini saya buat pada tahun 2015, semoga masih tetap up to date.
Kebijakan pendidikan di setiap negara bagian di Australia berbeda-beda. Yang saya uraikan disini adalah kebijakan untuk negara bagian Victoria yang dapat berlaku umum pada setiap sekolah umum di Victoria, kecuali kebijakan lain yang merupakan kebijakan sekolah bersangkutan.
Saya memiliki tiga anak yang ikut berangkat ke Australia. Pada saat berangkat ke Australia anak-anak saya berusia 14, 12 dan 10 tahun. Saat itu bulan Juli, jadi mereka baru saja menyelesaikan akhir tahun pelajaran di Indonesia. Namun karena tahun pelajaran di Australia berbeda dengan di Indonesia (di Australia tahun pelajaran dimulai di bulan Januari), jadi diputuskan bahwa mereka akan tetap di kelas terakhir yang mereka jalani di Indonesia. Contohnya, anak kedua saya yang sudah lulus SD di Indonesia, tetap ditempatkan di grade 6 di Australia.

Nah berikut ini tahapan yang perlu dilakukan untuk mendaftarkan sekolah anak :
1. Daftarkan anak anda secara online di https://www.eduweb.vic.gov.au/StudyOnlineForm/?Redirect=1
Pendaftaran ini sudah dapat dilakukan sejak di Indonesia.
2. Lengkapi form pendaftaran dan siapkan beberapa dokumen yang perlu di upload ke web di atas. Persyaratannya diantaranya adalah :
- Scan paspor anak
- Scan Akte kelahiran anak dan terjemahannya
- Scan rapor anak dan terjemahannya selama dua tahun terakhir
- Scan visa orangtua
- Scan letter of Offer orangtua
- Bukti pembayaran OSHC anak
- Scan kontrak dengan Australia Awards, bagi penerima beasiswa AAS.
Bagi saya, bukti pembayaran OSHC anak menjadi kendala, karena pihak universitas baru mau memproses pembayaran OSHC keluarga saya pada saat saya sudah sampai di Australia. Namun beberapa teman di universitas lain, dapat melakukan pembayaran OSHC dari Indonesia, sehingga mempercepat urusan pendaftaran sekolah anak.
Pada saat mendaftar online, orangtua juga diminta untuk mencantumkan beberapa alternatif sekolah yang akan dituju. Alternatif sekolah dapat dilihat di web http://www.study.vic.gov.au, atau melalui web sekolah yang bersangkutan. Saran saya, sebaiknya mencari sekolah yang dekat dengan calon rumah yang akan ditempati.
3. Setelah menyelesaikan pendaftaran secara online, orangtua akan dihubungi oleh pihak Diknas Victoria untuk membayar biaya pendaftaran sebesar $230 per anak. Sesudah pembayaran, pihak Diknas Victoria akan menerbitkan Preliminary Offer yang akan digunakan orangtua untuk mengurus visa anak.
4. Setelah visa anak terbit, orangtua perlu mengirimkan scannya ke Diknas Victoria untuk mendapatkan Excemption Letter untuk siswa. Excemption letter ini dibutuhkan orangtua untuk dikirim ke sekolah anak. Exemption letter adalah surat pembebasan biaya sekolah anak yang berlaku bagi penerima beasiswa AAS atau research student di Victoria.
Meskipun pendaftaran dapat dilakukan secara online, ada baiknya jika orangtua melakukan kontak dengan pihak sekolah yang dituju. Bagi saya komunikasi ini cukup berguna untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan langsung dari pihak sekolah.
Sekolah Umum di Victoria memprioritaskan kuotanya bagi siswa-siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Namun beberapa pengecualian dapat diberlakukan. Anak sulung saya terpaksa sekolah di SMP yang agak jauh dari rumah. SMP terdekat yang kami daftar lebih dulu mengharuskan dia untuk mengikuti program persiapan Bahasa Inggris di sekolah lain, karena Bahasa Inggrisnya masih belum fasih. Di SMP tempat dia belajar saat ini, tidak ada ketentuan seperti itu, jadi dia dapat langsung diterima untuk sekolah disana. Namun untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris nya, saya memanggil guru privat untuk memberikan pelajaran tambahan di rumah.
Demikian informasinya. Semoga bermanfaat.

Selasa, 29 Desember 2015

Pertama kali ke luar negeri? Beli tiket pesawat

Sebagian besar kunjungan luar negeri pertama oleh orang Indonesia adalah ke Singapura (ini juga negara tujuan pertama saya loh). Jangan tanyakan saya sumber datanya dari mana, karena saya juga sudah lupa he he he :-).
anyway, pernyataan itu masuk akal, karena Singapura adalah negara tetangga yang relatif dekat dengan Indonesia, tiketnya relatif murah, tidak perlu menggunakan visa dan suasananya lebih 'luar negeri' dibandingkan negara tetangga yang lebih dekat lainnya.

Nah, saat anda merencanakan tujuan wisata luar negeri, dan berusaha untuk mendapatkan tiket pesawat dengan harga yang relatif terjangkau, ada beberapa alaternatif:
a. Beli saat SALE
Saat ini banyak sekali pesawat yang menawarkan tiket sale pada waktu-waktu tertentu. Coba like facebook fanpage maskapai tertentu (yang anda minati) untuk mengetahui pemberitahuan saat mereka sedang sale.
b. Beli di Travel Fair
Ada beberapa travel fair yang pernah saya kunjungi, misalnya Indonesia Travel Fair dan Garuda Travel Fair. Beberapa kali juga saya mendapatkan tiket murah di Travel Fair. Keuntungannya datang ke travel fair ini, ada banyak tour ke luar negeri yang ditawarkan oleh agen-agen perjalanan. Anda dapat membandingkan harga dan produk sesuai dengan budget dan keinginan anda.
c. Naik budget air plane
Dulu dan sekarang banyak penilaian yang negatif tentang budget airplane. Saya sendiri sering bepergian dengan budget air plane, terutama air asia dan (sekarang) jet star. Saat naik budget air plane, anda perlu membaca aturan-aturan maskapai dengan cermat supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Komplain yang sering terjadi adalah masalah: bagasi tidak boleh naik ke kabin pesawat karena kelebihan berat (biasanya max 7 kg) atau dimensi koper yang terlalu besar dan tidak bisa check in karena terlambat datang ke bandara.

Nah kalau anda hanya ingin jalan-jalan ke luar negeri, bukan untuk urusan bisnis, sebaiknya memilih membeli tiket dengan tiga alternatif diatas. Kalau anda ingin berangkat segera, anda dapat membandingkan harga tiket pesawat melalui beberapa website berikut ini:
a. www.traveloka.com
b. www.wego.com
c. www.skyscanner.com

Masih ada beberapa web lain sih, tapi saya lebih sering menggunakan ketiga web diatas.

Senin, 21 Desember 2015

Pertama kali ke luar negeri? First thing first, membuat paspor

Jadi, berapa usia anda saat ini? Selama ini, sudah berapa kota di Indonesia yang anda kunjungi? Apakah anda sudah pernah mengunjungi kota-kota di luar negeri?


Nah, buat yang menjawab belum pada pertanyaan terakhir, artikel ini tepat sekali dalam mengompori anda untuk pergi ke luar negeri. Terutama, mendahulukan kunjungan ke negara-negara yang tidak perlu menggunakan visa, seperti negara-negara ASEAN, misalnya.

Tempat-tempat wisata di Indonesia memang indaaah-indaaah dan banyaaak sekali. Nampaknya seumur hidup anda tidak akan pernah menuntaskan setiap tujuan wisata itu. Jadi, sambil menambah destinasi wisata dalam negeri, mengapa tidak mengunjungi kota-kota di luar negeri? Yah, sekedar membandingkan saja dengan Indonesia. Pada banyak kasus, bagi saya, itu akan menambah kecintaan pada kampung halaman tercinta hiks....


Apa saja yang harus disiapkan? Yang pertama, tentu PASPOR.


Ya, paspor ini adalah modal utama untuk ke luar negeri. Kalau tidak punya paspor, kita ngga akan bisa menunjukkan ktp untuk menggantikan fungsinya he he he.
Kalau belum punya paspor, ya diurus dong... Urus lah paspor anda di kantor imigrasi terdekat. Disini saya sertakan link daftar kantor imigrasi di Indonesia:
http://www.imigrasi.go.id/index.php/hubungi-kami/kantor-imigrasi

Saya juga sertakan link persyaratan pengurusan paspor:
http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa#persyaratan

Selama ini saya selalu mengurus pembuatan paspor sendiri, tanpa bantuan biro jasa. Nah buat anda yang terlalu sibuk, tidak sempat datang 3 kali ke kantor imigrasi (untuk menyerahkan berkas, wawancara & foto, serta untuk mengambil paspor), silahkan gunakan biro jasa yang tersedia. Untuk informasi yang ini saya tidak bisa memberikan linknya, silahkan cari sendiri ya....

Mohon diingat, bahwa untuk pergi ke luar negeri, masa berlaku paspor minimal adalah 6 bulan sebelum masa berlakunya habis. Jadi 6 bulan sebelum paspor expired, sebaiknya anda memperpanjang paspor dulu.
Ssst, tapi di dua kesempatan, saya jalan bersama teman yang masa berlaku paspornya kurang dari 6 bulan. Yang pertama ke Singapura (lewat Batam) dan yang kedua ke Hongkong. Alhamdulillah mereka diperkenankan berangkat oleh petugas imigrasi (hanya diingatkan untuk segera memperpanjang paspor) dan tidak menemui masalah di kedua kota tersebut. Tapi kalo bisa jangan deh.... Bikin deg-degan!!!

Jumat, 01 Juli 2011

Perjalanan ke Ho Chi Minh City (Day 3)

Pagi hari, pukul 6.30, kami berjalan-jalan di taman Cong Vien Tao Dan. Ternyata banyak orang yang berolahraga, padahal saat itu adalah hari Senin Pagi. Ternyata, info dari pemilik hotel, penduduk HCMC punya kebiasaan bangun pagi pukul 4.30, olahraga, lalu pulang untuk bersiap-siap berangkat kerja. Pantas saja pada langsing-langsing. :)

Hari terakhir, kami mengikuti city tour dengan rute war museum, coffe shop, kuil di China town, Binh Thanh Market, Reunification (Independence) Palace, Notre Dame Cathedral & Post Office. Tiga tempat yang terakhir berada pada lokasi yang berdekatan.

@ the palace

Post Office

Notre Dame


Binh Thanh Market adalah pasar penduduk lokal. Berbeda dengan Ben Than Market yang lebih sering dikunjungi turis. Di Binh Thanh Market turis bisa membeli barang-barang lokal dengan harga murah. Namun banyak juga barang yang tidak dijual eceran. Jadi, anda harus tahu beda pedagang eceran & grosir, karena biasanya pedagang grosir tidak mau menjual eceran. Masalah bahasa juga menjadi kendala disini. Sebagian besar tidak bisa berbahasa Inggris atau Melayu. Jadi, gunakanlah kalkulator!
Di pasar ini, kami membeli masker & kaos kaki. Masker untuk pengendara motor kami beli seharga 34.000 VND per 10 pcs. Tadi nya sempat bingung juga, kok murah amat ya??? (Sooook banget!). Apalagi karena ngga bisa nanya-nanya ke pedagangnya. Hi hi hi. Saat kami menunjukkan minat mau beli, eh pedagangnya cengar-cengir, nyari temennya yang, Alhamdulillah, bisa bahasa Inggris.
Di kios lain kami beli teh dan kopi Vietnam. Disini asli, transaksinya pake kalkulator. :)

Tempat-tempat lain yang kami kunjungi setelah Binh Thanh Market adalah tempat bersejarah yang masih mendapatkan perawatan yang baik. Kalo di Jakart mungkin seperti gedung-gedung di seputar Jalan Merdeka.

Setelah kunjungan terakhir ke Post Office, kami berpisah dari rombongan tour. Dari sana kami menuju Dong Du Street untuk makan siang di resto Halal @ Saigon dan sholat di Masjid Jalan Dong Du. Ini adalah satu-satunya masjid yang berhasil kami kunjungi selama di HCMC (menurut informasi, di kota ini terdapat 5 buah masjid). Masjid ini cukup bersih, namun nampak kurang perawatan. Berbeda dengan masjid-masjid yang kami kunjungi di Singapura, walaupun di kedua negara ini Islam adalah minoritas, namun masjid di Singapura nampak lebih rapi dan terawat.
Setelah menunaikan sholat, kami naik taksi menuju bandara untuk kembali pulang ke Indonesia.

Budget ke Ho Chi Minh City 2N3D

1. Tiket Pesawat Air Asia = Rp. 3.796.000
Untuk 2 orang sudah termasuk pick a seat n meal.
Kalau mau hunting lebih sabar, tiket ini masih bisa lebih murah lagi. He he he
2. Airport tax di Soetta = Rp. 150.000 per orang
Airport tax di HCMC nampaknya sudah include dalam tiket.
3. Tulips Hotel = Rp. 211.000 per malam
4. Makan Malam di VN Halal = 11,6 USD
Menu : Mie mamak, Nasgor kampung, teh tarik, bandung Chin cau
5. Tour Cu Chi Tunnel = 8 USD per orang
Tiket Cu Chi Tunnel = 80.000 VND per orang
6. City Tour = 13 USD per orang
7. Tiket war museum = 15.000 VND per orang
8. Tiket Reunification Palace = 15.000 VND per orang (kalau tidak salah)
9. Makan siang di Lion City Resto = 344.190 VND
Menu : Nasi + chicken curry, vegetable soup, coconut, salted lemon juice & mango dry

10. Makan Malam di Lion City Resto = lupa....
Menu : kopi vietnam dingin, ginger tea, tom yam, singapore fried rice, spring roll
11. Makan siang di Halal @ Ho Chi Minh = 304.500 VND
Menu : Ly xao toi, Pho beef, com chen (nasi putih), cam vat (orange juice), ep buoi (pamelo fruit juice), goi cuon ton (shrimp sring roll), tat xi muoi (calamansi juice) plus extra sugar cane & puding.

12. Souvenir dompet = 20.000 VND per piece
13. Oleh-oleh Teh & kopi = 35.000 - 50.000 VND per dus
14. Masker pengendara motor = 34.000 VND per 10 pieces
15. Kaos kaki panjang = 56.000 VND per 10 pieces

Total pengeluaran kami berdua selama 3 hari 2 malam di HCMC (tidak termasuk tiket & hotel yang sudah dibayar online) tidak lebih dari 200 USD.