Senin, 19 September 2016

Mengunjungi Warwick Castle, Stratford-upon-Avon dan Oxford


Di artikel sebelumnya, saya menyarankan transportasi publik untuk mengelilingi pusat kota London. Disini, setelah membandingkan tiket kereta dan bus ke Oxford, saya memutuskan, untuk menggunakan tour ke tiga lokasi wisata di luar kota. Dengan kunjungan ke tiga lokasi wisata di luar kota, pilihan ini jadi lebih hemat, termasuk tiket lokasi wisata dan makan siang (non nasi!) pula.

Kalau melihat tour sehari yang ditawarkan agen wisata, sebenarnya banyak sekali kunjungan wisata di luar kota. Salah satu yang paling terkenal adalah Stonehenge. Tapi, dua orang teman Indonesia mengatakan, "ah, cuma gitu aja", maksudnya, cuma batu ditumpuk, ngga ada pemandangan lain, ha ha ha. Yah, daripada sudah berjalan jauh-jauh lalu kecewa, akhirnya saya memilih tour yang pergi ke Warwick Castle, Stratford-upon-Avon dan Oxford university.

Ada beberapa tour yang menawarkan tujuan wisata ini. Saya pilih Golden tour, karena ia yang bisa dibook untuk keberangkatan hari berikutnya. Tour ini cukup ok lah, tapi jangan berharap banyak, karena jumlah peserta tour 1 bus lebih dari 50 orang!
Golden tour:
https://www.goldentours.com/warwick-castle-tours?gclid=Cj0KEQjw9vi-BRCx1_GZgN7N4voBEiQAaACKVle4IqFLrPkMp-YwIP5VITb2ST8eUIfj5U8oZm2_EuoaAtlT8P8HAQ

Evan evans tour, lebih murah 1 pound:
https://evanevanstours.com/sightseeing-tours/day-tours-from-london/warwick-castle-stratford-oxford-the-cotswolds/,

Warwick Castle
Buat pencinta sejarah, lokasi ini akan sangat menarik karena merupakan saksi sejarah dari pergantian kekuasaan di Warwick, Kalau saya, hanya mengagumi arsitektur bangunan dan membayangkan masa kejayaan di masa lalu.

Warwick Castle
Kastil ini berada di tepi sungai Avon, dimana dulunya sebagian aliran sungai diarahkan juga ke depan kastil, seperti yang sering kita lihat di film-film, dipenuhi dengan buaya. Tapi sekarang aliran yang ke depan kastil ditutup, meninggalkan jejak seperti gambar di bawah ini. Ternyata tidak terlalu dalam ya?
(Dulu) Sungai kecil mengelilingi kastil
Sampai saat ini, aliran sungai di belakang kastil masih digunakan untuk menggerakkan kincir air.


Sungai yang mengalir di belakang kastil
Ngga kemana-mana, ternyata yang jadi perhatian pertama saya adalah aliran air, he he he.Ok, lanjut ke arsitektur bangunan yang kokok banget, walaupun sudah sempat hancur, terbakar, tapi bisa dibangun kembali. Berikut ini adalah beberapa foto bangunan utama kastil dilihat dari dalam benteng, dan foto bagian dalam kastil.
Warwick castle main building
Main entrance
Benteng

Someone was sleeping here
Inside the Warwick castle
























Stratford-upon-Avon 

Kota yang satu ini menjadi terkenal karena merupakan kota kelahiran the famous William Shakespeare. 
Saya bukan pencinta Shakespeare, tapi bagi saya, kota ini jadi menarik karena banyak bangunan tua dengan arsitektur tradisional Inggris. Disepanjang jalan dari dan menuju Stratford, saya menemukan banyak desa-desa Inggris yang mengingatkan saya pada cerita-cerita yang ditulis Enid Blyton dalam buku-bukunya: Lima Sekawan, Malory Towers, Gadis paling badung di sekolah, dan masih banyak lagi. Buku-buku Enid Blyton mengisi dan menceriakan masa kecil saya. Jadi berada di desa Inggris mengingatkan saya kembali ke cerita-cerita itu.

Desa wsata di Stratford

The old village
Ternyata ada cerita menarik tentang Shakespeare yang baru saya tahu dari pemandu wisata. Pertama, tanggal kelahirannya tidak jelas, karena pada masa itu tidak ada akte kelahiran. Kedua, tidak ada bukti jelas bahwa Shakespeare menyelesaikan pendidikan formal. Karena alasan itu, ada yang mencurigai bahwa karya-karya yang diakui sebagai ciptaan Shakespeare, sebenarnya bukan cipataannya. Ia hanya menerbitkan buku-buku itu, karena ia adalah businessman yang sukses dan memiliki kekuasaan untuk menerbitkan buku-buku itu. Well, informasi itu juga belum jelas kebenarannya sih....
Patung Shakespeare di kelilingi 4 tokoh ciptaannya
Oxford 

Kota Oxford identik dengan Oxford University yang merupakan universitas tertua di English speaking countries, menurut pemandu wisata. ya, buat yang berniat melanjutkan studi ke Oxford, berikut ini foto-fotonya. Buat saya, masanya sudah lewat...

Salah satu jalan di Oxford, sukaaa banget sama tanaman rambatnya
Ini bangunan library kalo ngga salah
One of the College, Brasenose College
Inside Brasenose College

Kamis, 15 September 2016

Jalan-jalan di pusat kota London

Membeli SIM Card dan Kartu Oyster di Bandara Heathrow

Setelah menempuh perjalanan sekitar 18 jam (termasuk 2 jam transit) dari Jakarta, akhirnya saya tiba di terminal 4 Bandara Heathrow. Seperti di kota tujuan wisata lainnya, antrian pemeriksaan imigrasi sangat panjang, butuh waktu sekitar 1 jam untuk jalan dari pesawat, proses keimigrasian, mengambil bagasi sampai akhirnya keluar dari area keimigrasian dan bea cukai.

Dari pintu keluar bea cukai di terminal 4, saya menuju konter informasi untuk membeli SIM card dan kartu Oyster untuk pengunjung. EE SIM card seharga 30 pound sudah termasuk 100 menit nelpon dan 200 sms di UK dan 30 GB internet. Kartu Oyster seharga 21 pound sudah termasuk saldo 15 pound untuk naik kereta underground (the tube) dan bis, serta termasuk deposit kartu 6 pound. Deposit 6 pound ini akan bisa kita dapatkan kembali jika kita mengembalikan kartu Oyster saat pulang nanti.

Selanjutnya, saya naik kereta underground dari basement bandara menuju Stasiun Earl's Court dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Sebenarnya ada kereta cepat Heathrow Express yang hanya butuh waktu kurang dari setengah jam untuk mencapai pusat kota, namun tarifnya lebih mahal, 27 pound sekali jalan (diskon 5 pound jika beli online).

The Paramount Hotel
Selama 7 hari, saya akan tinggal di kamar basement di The Paramount Hotel. Saya memilih hotel ini karena memiliki fasilitas yang cukup nyaman, harga cukup terjangkau, tidak jauh dari halte bus dan stasiun serta dekat dengan pertokoan dan beberapa restoran halal.
Basement room
Depan Hotel The Paramount
Keliling London dengan bis dan kereta
Hari kedua di London saya habiskan untuk mengunjungi beberapa lokasi wisata. Saya memilih menggunakan bis umum dan kereta daripada naik bus hop on hop off untuk keliling kota. Tarif hop on hop off berkisar antara 26 - 30 pound sehari untuk keliling central London, sementara naik bus umum atau kereta hanya menghabiskan biaya kurang dari 10 pound .
Kalau memilih alternatif kedua, kita perlu melihat rute bus dan kereta yang ada di halte dan stasiun. Saran saya, rencanakan perjalanan dengan bantuan https://tfl.gov.uk/,  lihat rute bus di halte dan gunakan peta wisata London yang disediakan gratis di bandara.

Pertama ke Buckingham Palace. Setiap hari (summer), ada prosesi pergantian penjaga istana, yang cukup menarik bagi turis, Pergantiannya akan berlangsung pada pukul 11.30, tapi prosesinya dimulai pada pukul 10.30 di Buckingham Palace, St James Palace dan Wellington Barrack. Saya datang ke Wellington Barrack pukul 10.30 dan sempat menonton pertunjukan musim para penjaga istana, lalu berjalan ke Buckingham Palace pukul 11.00 untuk menonton parade penjaga dari barak ke istana.
Jadwal pergantian penjaga bisa dilihat disini: http://changing-guard.com/troop-movements.html
Para penjaga di Wellington Barrack
Kerumumanan turis di gerbang Buchingham Palace

Dari Buchingham Palace, saya berjalan ke halte terdekat untuk naik bis ke Westminster. Di lokasi ini terdapat beberapa ikon kota London yang dapat ditempuh dengan jalan kaki, seperti Westminster Abbey, House of Commons, Thames River dan the iconic Big Ben. Sebenarnya pengunjung bisa masuk ke Westminster Abbey dan spot di Buckhingham Palace, tapi karena itu berbayar dan saya ingin mengunjungi lebih banyak tempat dalam sehari, jadi saya tidak masuk ke dalam gedung :-).  
House of Commons
Westminster Abbey
Big Ben
London Eye dari kejauhan
The East London Mosque
Seperti biasanya, setiap berkunjung ke suatu kota, saya akan berusaha menyempatkan waktu untuk berkunjung ke masjid lokal. Dari Westminster station, saya naik kereta ke Whitechapel station, lalu berjalan ke Masjid London Timur. Saya beruntung, saat saya tiba di Maryam Centre (bangunan tambahan yang menjadi lokasi sholat untuk jamaah perempuan), sholat dhuhur baru akan dimulai, jadi saya bisa ikut berjamaah disana. Sholat dhuhur kemudian dilanjutkan dengan sholat janazah. Menurut seorang jamaah memang biasanya selalu ada sholat jenazah setelah sholat dhuhur disana. Ini mengingatkan saya pada kebiasaan yang sama di Masjidil Haram.

East London Mosque
Pedagang kaki lima di depan Whitechapel Station
Ah, saya perlu menginformasikan, di depan statiun Whitechapel ada banyak pedagang kaki lima dan restoran halal dengan pilihan makanan dari Asia dan Timur Tengah. Saya  makan siang di restoran di dekat masjid dengan menu chicken biryani seharga lima pound saja. Sangat murah untuk porsi sebesar ini dan ukuran biaya hidup di London, tapi ya sesuai dengan jumlah potongan daging ayamnya :-).
Nasi biryani di Casablanca Cafe
Perjalanan dilanjutkan dengan naik bis ke Harrods. Dari halte di depan masjid saya naik bis ke Oxford Circus Stasiun, lanjut naik bis ke Knightsbridge road, lalu jalan kaki ke Harrods. Sebenarnya akan lebih cepat bila naik kereta ke Knightsbridge, tapi saya ingin melihat jalanan kota London yang padat dan macet ;-).
Deretan taksi dilihat dari lantai atas bis
Di Harrods, saya hanya membeli titipan tas dari teman. Saya tidak belanja di sini, karena menurut saya harganya terlalu mahal, tidak sesuai dengan kantong saya . Ada hal menarik yang saya lihat disini, ada ucapan Eid Mubarak tersebar di beberapa konter, aah ternyata banyak banget muslim yang belanja disini, kebanyakan dari timur tengah, nampaknya.

Dari Harrods, lewat pukul 16.00, saya naik bis kembali ke hotel. Batere kamera dan handphone sudah habis, jadi tidak bisa mengambil foto di perjalanan :-). Total perjalanan hari ini adalah 14.589 langkah!


Kamis, 14 Juli 2016

Mengajukan visa United Kingdom dari Australia


Saya akan membagikan informasi tentang pengalaman saya mengurus visa United Kingdom dari Australia. Pengalaman ini mungkin akan bermanfaat bagi warga negara Indonesia yang tinggal di Australia. Fyi, saya mengurus visa ini untuk menghadiri sebuah konferensi akademik di London.

  1. Pertama-tama yang saya lakukan adalah mempelajari jenis visa apa yang tepat untuk saya. Link ini akan membantu anda menemukan jenis visa apa yang cocok untuk anda: https://www.gov.uk/check-uk-visa. Saya memilih kunjungan akademik yang kurang dari 6 bulan, dan aplikasi menyarankan saya untuk mengajukan visa kunjungan bisnis dengan proses STANDARD VISITOR VISA.
  2. Selanjutnya,  saya membuat akun permohonan visa disini https://www.visa4uk.fco.gov.uk/home/welcome. Akun ini akan dipergunakan untuk mengisi dan mengupload data dan dokumen pemohon visa. Meskipun saya mengajukan visa untuk diri sendiri, namun pada akun ini, saya perlu mengisi data-data keluarga lainnya: orangtua, suami, dan anak-anak. Nampaknya ini sebagai antisipasi jika kita ingin mengajukan visa untuk anggota keluarga yang lain.
  3. Membayar biaya proses visa sebesar AUD 174, untuk proses visa selama 3 minggu. Anda juga bisa memilih proses cepat  dengan biaya yang lebih mahal tentunya. Bila menginginkan pemberitahuan proses visa melalui sms, anda perlu membayar extra AUD 3 saat pengumpulan dokumen.
  4. Setelah melengkapi data dan mengsubmit permohonan visa, saya mengajukan jadwal pengumpulan dokumen (appointment) di Visa Application Center yang ada di Melbourne. Alamatnya ada disini:
              VFS Services Australia Pty Ltd.
              Suite 3, Level 13, 55 Swanston Street, Melbourne, Victoria 3000
              Jadwal pengiriman dokumen:
              Senin sampai Jum'at
              08:30 – 15:00
              Jadwal pengambilan dokumen:
              Senin sampai Jum'at
              08:30 - 15:00
             
        Pada saat mengumpulkan dokumen, pastikan membawa :
  • print aplikasi visa yang sudah ditempelkan pas foto ukuran paspor
  • bukti jadwal pengumpulan dokumen (appointment). Aplikasi visa dan bukti appointment bisa diprint dari akun aplikasi
  • paspor yang berlaku
  • paspor lama (yang sudah tidak berlaku). Saya menyertakan paspor lama saya, karena di dalamnya ada beberapa label visa kunjungan ke negara lain. Saya pikir ini akan sangat membantu untuk menunjukkan bahwa pemohon memang pernah pergi ke luar negeri dan tidak berniat untuk menjadi imigran gelap di negera mereka.
  • bukti keuangan. Saya menyertakan surat keterangan dari universitas bahwa universitas akan membiayai perjalanan saya ke UK. Kalau ini adalah kunjungan pribadi, sebaiknya anda menyertakan rekening koran di bank selama 3 bulan terakhir. Tentunya dengan saldo yang mencukupi untuk membeli tiket pesawat dan membiaya perjalanan kita ke UK.
  • undangan kunjungan. Saya menyertakan surat penerimaan dari penyelenggara konferensi. Bagi yang berkunjung untuk kunjungan pribadi, sebaiknya dilampirkan surat undangan dari kawan atau keluarga yang tinggal di UK.
  • dokumen lainnya. Berhubung nama saya di paspor berbeda dengan nama di undangan konferensi, saya menyertakan fotocopy akte kelahiran saya. 
  • Perlu diingat bahwa semua dokumen pendukung harus diterjemahkan dalam bahasa inggris
  • lebih lengkapnya tentang dokumen pendukung ada disini: https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/423699/2015_04_20_Visitor_Supporting_Documents_Guide_-_Final__2__-_CLEAN.pdf
Ok, semoga informasi ini bermanfaat.

Selasa, 17 Mei 2016

Budget for 7 days in North Island of New Zealand with campervan

We are two adults and three teenagers age 15, 13 and 12. Traveled for 7 days in a Jucy condo campervan. Here is our budget spending for the trip.

  • Jetstar Ticket                   AUD 954.95 (bought in December 2015)
  • Visa New Zealand           AUD 195      ( in December 2015)
  • Jucy condo                      NZD  607.42
  • Food & groceries            NZD  370.5
  • Accommodation              NZD 103
  • Petrol                               NZD 270.17
  • Attraction (museum etc) NZD 522.5    (most spend for Hobbiton)
  • Laundry                           NZD     9


We spent AUD 1149.95 and NZD 1882.59.
All together NZD 3055.54 or NZD 611.12 per person.
(Currency rate: 1 AUD = 1.02 NZD)

PS:
I forgot to put these:
  • Parking near Skytower  NZD  3
  • Souvenir                        NZD 15
  • Travel Insurance            AUD 95.7 (from 1cover)

Well, the Jucy Condo itself already included full insurance, but those who live in Australia would know that health expenses are quite high in this country. Therefore, I think I need to cover my family with travel insurance, in case something happened. I think the cost was quite affordable for 5 people in a week.

Waitomo, New Zealand, Hari Kedua

Pirongia Traveller Accomodation

Pagi ini kicuan burung di dekat campervan membangunkan kami untuk sholat subuh. Kami menggelar terpal yang kami bawa dari Australia. Suami saya sengaja menyiapkan terpal ini untuk sholat, supaya tetap bisa dikeringkan kalau tanahnya basah. Good idea instead of using tikar...

Kabutnya masih tebal di pagi hari (Pirongia Traveller Accomodation)

Piri-piri Caves

Setelah sarapan, kami langsung berangkat ke arah Waitomo. Buat yang memiliki budget cukup, sebaiknya mampir ke Waitomo caves. Ada beberapa lokasi yang menawarkan gua-gua dengan glowworm di dalamnya. Bisa dilihat dengan berjalan atau naik boat. Info lebih jelasnya bisa dilihat di sini : http://www.waitomocaves.com/visitor-information-i-site/caving/

Tiket termurah untuk keluarga dengan 3 anak adalah $137 (tour 45 menit). Sebelumnya kami pernah juga berkunjung ke gua di Adelaide, yang, ya mirip-mirip gua jati jajar lah (tapi ukurannya kecil). Jadi kami tidak memprioritaskan tour ini. Tapi, alasan terkuat sebenarnya adalah karena budget kami terbatas :-), maka kami berkunjung ke tempat lain yang tidak berbayar: Piri-piri cave dan Mangapohue Natural Bridge Walk. 

Jalan kembali dari gua
Jalan masuk ke gua
Perjalanan ke Piri-piri cave memang agak jauh ke arah Barat, sekitar 28 km dari Waitomo caves, dan berliku-liku. Salah satu anak kami jadi korbannya, muntah....!*) Tapi alhamdulillah, setelah itu ia bernyanyi riang gembira :-D. 
Sampai di Piri-piri cave, perlu berjalan sekitar 5 menit untuk sampai di gua yang gelap gulita. Benar-benar gelap! dan saya ngga punya nyali untuk turun ke bawah, ha ha ha. Untungnya kami (baca: suami dan anak-anak) sudah mempersiapkan senter untuk masuk ke gua. Jalan masuk ke gua melalui tangga seperti gambar di samping kiri. Wilayah Gua yang bisa dieksplor tidak terlalu besar. Nampaknya sebelumnya ada jalan untuk masuk lebih jauh, tapi saat ini sudah ditutup.

Mangapohue Natural Bridge Walk

Dari Piri-piri cave, kami ke Mangapohue Natural Bridge Walk. Sebenarnya di dekat Piri-piri cave ada air terjun Marokopa Falls, tapi kami tidak mampir kesana.

Jalan menuju Mangapohue
Jembatan menuju Mangapohue



















Mangapohue Natural Bridge Walk ini sebenarnya seperti gua atau lorong besar dan berujung di Farmland. Dari area parkir, pengunjung akan berjalan di pinggir sungai Mangapohue, melintas jembatan kayu, meniti anak tangga, lalu berjalan melintas pagar ke arah peternakan. Di area peternakan tersebar banyak bebatuan, limestone. Sangat indah!

Kami menghabiskan banyak waktu di lokasi ini. Terutama anak-anak senang menghabiskan waktu di wilayah peternakan: memetik bunga, memanjat bebatuan, memandangi ternak dan alam sekitar.


Mangapohue






Peternakan di ujung Mangapohue
 
Selesai menghabiskan waktu di peternakan, kami kembali untuk makan siang di area piknik dekat tempat parkir. Jangan mencari restaurant atau cafe di sekitar sini, apalagi warteg atau tukang gorengan, ngga bakal ketemu. Pagi hari saya sudah masak kentang rebus. Jadi siang nya saya tinggal memasak ayam (yang sudah di marinade di Halal butcher) untuk makan siang kami. Lezat!

Lake Mangakino

Dari Mangapohue, kami melanjutkan perjalanan ke arah Tenggara. Sebelumnya saya merencanakan untuk bush walking ke Pureora Forest Park. Tapi Google map (di hape) kami mengarahkan melewati jalan sirtu (belum diaspal). Sementara jarak yang ditempuh menuju lokasi masih 30 km lagi. Berhubung kami menggunakan campervan, yang berisik sekali kalau melewati jalan bergelombang, akhirnya kami mengganti tujuan melewati state highway yang beraspal. Tujuan selanjutnya adalah Mangkino, kota antara menuju tempat menginap kami di Tokaanu. Di Mangakino, kami beristirahat di tepi Lake Mangakino dan menunaikan sholat dhuhur dan ashar di tepi danau.

Lake Mangakino
Selanjutnya kami berangkat ke Tokaanu Trailrace untuk bermalam. Tapi ternyata perjalanan dari Mangkino ke Tokaanu mencapai 1 jam lebih dan ketika kami sampai kesana, lokasi free camping nya sudah penuh. Akhirnya kami mencari lokasi free camping lain di sekitar Turangi, supaya tidak terlalu jauh dengan lokasi hiking besok hari. Kami menuju ke Stag Pool Carpark di tepi sungai Tongariro. Sampai disana, hari sudah gelap dan jalan masuk ke lokasi adalah hutan dengan jalan berbatu tanpa penerangan sejauh 800 meteran dari jalan raya. Baru mau masuk ke sana, anak-anak sudah teriak, " Mau kemana?". Saya sendiri sebenarnya juga agak takut, tapi karena sudah lelah dan tidak ada pilihan lain, akhirnya saya tetap menyetir sampai ke lokasi. Sampai disana, eh ternyata sudah ada satu campervan yang parkir, alhamdulillah ada temannya. Beberapa jam kemudian, ada satu Jucy condo lagi yang ikut parkir :-). Lokasi menginap ini tidak memiliki toilet, jadi saya memilih menahan sampai besok pagi **).

TIPS:
*) Biasakan membawa obat tradisional Indonesia yang cocok untuk anda seperti tolak angin, antimo, minyak kayu putih atau minyak kapak dalam perjalanan kemana pun. Untuk kami, minyak cap kapak ampuh untuk menyembuhkan masuk angin karena udara dingin.

**) Saat bepergian dengan campervan (tanpa toilet) sebaiknya mencari lokasi camping dengan fasilitas toilet umum dan datang sebelum jam 5 sore. Kalau datang diatas jam 5 sore, kemungkinan besar tidak kebagian tempat, bahkan di musim low season seperti bulan Mei (saat kami traveling).

Senin, 16 Mei 2016

Auckland, New Zealand, Hari Pertama

Kami berangkat dari Melbourne Airport pukul 23.55 (delay 35 menit dari jadwal pukul 23.20) dan tiba di Auckland Airport sekitar pukul 5 pagi. Setelah melewati imigrasi dan custom yang cukup panjang, kami langsung menuju ke tempat sholat, untuk menunaikan sholat subuh. Lokasi Muslim Prayer room ada di lantai 1, terminal keberangkatan. Dari outlet Subway, terus ke kanan, ikuti petunjuk arah. Prayer room nya tidak berupa ruangan mushola, tapi hanya karpet yang digelar di tengah koridor jalan. Untuk tahu arah yang lebih jelas, bisa dilihat di peta lantai 1 pada web berikut ini:


Selesai sholat, kami sarapan dengan bekal muffin yang dibawa dari Australia (alhamdulillah lolos custom). Selanjutnya, kami menelepon*) ke kantor Jucy Auckland Airport untuk minta dijemput (gratis). 

Selama satu minggu di North Island, New Zealand, kami menggunakan jucy condo. Campervan ini sudah dilengkapi dengan 2 tempat tidur dan dapur. Jadi kami tidak menginap di hotel, hanya parkir di tempat yang diperbolehkan untuk kemping **). Berhubung campervan ini hanya dilengkapi toilet portable (seperti pispot tapi lebih modern), jadi kami selalu mencari tempat kemping yang memiliki fasilitas toilet.


Setelah menjemput campervan, kami membeli stok makanan di Pasifika Halal Meat dan Pak n Save ***), kemudian langsung berangkat ke Hamilton. Hamilton adalah kota besar 100 km an di sebelah selatan Auckland. Disana kami menyempatkan diri untuk sholat di Masjid Jamia Hamilton dan mengunjungi Hamilton Gardens. 

Hamilton Jamia Mosque

Hamilton gardens adalah salah satu icon Hamilton. Taman ini terdiri dari beberapa taman tematik: Japanese, Chinese, British, Italian, Indian dll. Nampaknya akan butuh waktu lebih dari satu jam untuk mengelilingi semuan taman di Hamilton gardens.
Chinese Garden

Japanese Garden

Seorang teman menyarankan, kalau sudah sampai Hamilton, sebaiknya mampir ke Raglan, sebuah kota kecil 40 km di selatan Hamilton. Meskipun tidak direncanakan sebelumnya, akhirnya kami mampir ke sana. Pemandangan bukit-bukit hijau nan indah terhampar di sepanjang perjalanan. Raglan adalah kota kecil yang teduh, cocok untuk yang hobbi mancing. Sayangnya kami tidak bermalam disini. Kami melanjutkan perjalanan ke lokasi bermalam di Pirongia, tepatnya di parking area di sebelah Persimmon Tree Cafe.

 Raglan Wharf

Tips:
*) Kartu vodafone pasca bayar saya (plan $60 per bulan) bisa digunakan di New Zealand tanpa kena biaya tambahan apapun, termasuk untuk akses internet. Biasanya akan kena cas $5 per hari. Sementara kartu vodafone suami saya (plan $30) dikenakan biaya jika akan diaktifkan.
**) Untuk kemping di New Zealand, silahkan download aplikasi Official Camping NZ-free dari Google Play dan App Store. Disitu ada list dan lokasi holiday park dan camping area yang gratis maupun berbayar, beserta tips dan aktivitas yang bisa dilakukan.
***) Beberapa supermarket besar di New Zealand untuk belanja groceries: Pak n Save, Count down (brand Woolworths) dan New World.

7 days itinerary North Island of New Zealand

Before going to New Zealand, we already prepared an itinerary, but when we traveled, we changed some destinations because of limited time or some new ideas during traveling. Apparently, it was not enough to travel to all part of North Island of New Zealand in a week!
As we traveled by campervan, prefer to see nature, spend low budget and travel with teenagers, we chose these places as our destinations.

DAY 1 (244 km campervan travel)
Arrive at Auckland Airport
Pick up Jucy Condo campervan at Jucy airport office
Buy meat at Pasifika Halal Meat
Buy groceries at Pak n Save
Go South to Hamilton
Pray at Hamilton Jamia Mosque
Have a walk at Hamilton Gardens
Hope to see sunset at Raglan
Spend the night at Pirongia Traveler Accomodation

DAY 2 (301 km)
Get into Piri-piri cave
Walk the Mangapohue Natural Bridge
Buy more food at New World and petrol at Z Te Kuiti
Pass the Pureora Forest Park
Pray by the side of Mangakino lake
Spend the night at Stag Pool Carpark

DAY 3 (160 km)
Hiking the Tongariro Alpine Crossing (for 20 km)
Spend the night at Ferry Road Carpark Stopover Area (by the Lake Taupo)

DAY 4 (89.5 km)
Buy more food at Countdown Taupo
See the Huka Falls
Walk the Wai O Tapu
Bath at Kerosene Creek
Buy the Hobbiton ticket at i-site office Rotorua
Pray at Rotorua Islamic Center
Spend the night at Government garden Rotorua, near the Art Village, in front of Polynesian Spa

DAY 5 (114.3 km)
Do laundry at Onyx laundry 
Visit Rotorua Museum
Take a walk by Rotorua lake
Have lunch at Macca Kebabs to go
Pray at Rotorua islamic Center
Visit Hobiton
Spend the night at Mc Laren Falls camping area
Watch the glow worm at Mc Laren Falls Park

DAY 6 (270.3 km)
Have hot shower, take an amazing walk at Mc Laren Falls Park
Go West to Hamilton
Do Friday Prayer at Masjid al Madeena (Hamilton West Islamic Center)
Go North to Auckland
Buy more food at Mohamed Halal Meat
Spend the night at Te Haruhi Bay

DAY 7 (77.6 km)
Watch sunrise and take a walk at Te Haruni Bay
Spend some time at Auckland Skytower
Spend lots of time at MOTAT
Buy Petrol at Z Airport
Return the Jucy Condo
Depart from Auckland Airport